Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juni 2016

PENGGUNAAN BAHASA PEMROGRAMAN PHP DALAM PEMBANGUNAN APLIKASI WEB

          Pembangunan aplikasi web memiliki tujuan untuk memudahkan masyarakat modern dalam mengerjakan tugas serta mengakses informasi. Pekerjaan juga dapat lebih mudah dikerjakan secara online tanpa harus datang ke lokasi. Aplikasi web adalah sebuah sistem informasi yang mendukung interaksi pengguna melalui antar muka berbasis web (Simarmata, J 2010). Aplikasi web dibangun menggunakan software bahasa pemrograman. Salah satu bahasa pemrograman yang dapat digunakan adalah PHP (Personal Home Page) yang mengalami pengembangan menjadi Hypertext Preprocessor.
             PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 (Adiyanto, Suraya & Sutanta E 2013). Bahasa pemograman PHP adalah bahasa pemrograman web atau scripting language yang di desain untuk membuat web based application (Yanottama, Sugiharti & Mariani 2015). Selain dapat digunakan untuk membuat web yang dinamis, PHP juga bersifat open source. Hal ini menyebabkan bahasa pemrograman PHP banyak diminati dalam membuat halaman web maupun aplikasi.
                Aplikasi PHP dapat dijalankan melalui web server dan web browser. Web server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali dalam bentuk halaman-halaman web (Kurniawan 2008). Berikut merupakan beberapa kelebihan PHP dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya, yaitu membuat web menjadi dinamis, bersifat open source yang berarti dapat digunakan siapa saja secara gratis, dapat dijalankan oleh semua sistem operasi, lebih cepat dibandingkan ASP dan Java. PHP  mendukung banyak paket database seperti MySQL, Oracle, PostgrSQL, dan lain-lain.
            PHP merupakan bahasa pemrograman script yang paling banyak digunakan. Berdasarkan data statistik yang disajikan dalam w3techs (Web Technology Survey) terdapat grafik persentase perbandingan antara PHP dengan bahasa pemrograman lain.




Gambar 1. Grafik Perbandingan Penggunaan Bahasa Pemrograman Tahun 2014
                 Sumber :  Data statistik w3techs (Web Technology Survey)

            Grafik di atas menunjukan persentase perbandingan antara penggunaan bahasa pemrograman PHP dengan bahasa pemrograman lain tahun 2014. Penggunaan PHP terlihat dominan dengan mencapai persentase tertinggi sebesar 81%. Terlihat perbedaan jumlah presentase yang signifikan antara bahasa PHP dengan bahasa lainnya. Bahasa ASP.NET, Java, Coldfusion, Perl, RRUby, Python, dan JavaScript mendapatkan persentase tidak sampai 20%.


Daftar Pustaka

Adiyanto, Suraya & Sutanta E 2013,’ Integrasi Aplikasi Web dan SMS Gateway pada TPI Gempolsari Menggunakan PHP dan MySQL’, Jurnal Jarkom, vol.1, no. 1, hlm. 15.

Kurniawan, R 2008, Membangun Situs dengan PHP: untuk Orang Awam, Maxikom, Palembang.

Simarmata, J 2010, Rekayasa Web: Analisis dan Desain Sistem, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Yanottama, AH, Sugiharti, E & Mariani, S 2015, ‘Sistem Informasi Berbasis Web Ujian Masuk Bersama Sekolah Menengah Atas Kabupaten Kudus dengan Bahasa Pemograman PHP dan Database MYSQL’, Seminar Nasional Ilmu Komputer, Semarang, hlm. 216.

Minggu, 15 Mei 2016

PENGGUNAAN BAHASA PEMROGRAMAN PHP, FLASH MOVIE DAN DATABASE MYSQL DALAM PEMBANGUNAN APLIKASI WEB

            Pembangunan aplikasi web memiliki tujuan untuk memudahkan masyarakat modern dalam mengerjakan tugas serta mengakses informasi. Pekerjaan dapat lebih mudah dikerjakan secara online tanpa harus datang ke lokasi. Aplikasi web adalah sebuah sistem informasi yang mendukung interaksi pengguna melalui antar muka berbasis web (Simarmata, J 2010). Aplikasi web dibangun menggunakan software bahasa pemrograman. Salah satu bahasa pemrograman yang dapat digunakan adalah PHP (Personal Home Page) yang mengalami perkembangan menjadi Hypertext Preprocessor.
            PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 (Adiyanto, Suraya & Sutanta E 2013). Bahasa pemograman PHP adalah bahasa pemrograman web atau scripting language yang didesain untuk membuat web based application (Yanottama, Sugiharti & Mariani 2015). Selain dapat digunakan untuk membuat web yang dinamis, PHP juga bersifat open source. Hal ini menyebabkan bahasa pemrograman PHP banyak diminati dalam membuat website maupun aplikasi.
           Aplikasi PHP dapat dijalankan melalui web server dan web browser. Web server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali dalam bentuk halaman-halaman web (Kurniawan 2008). Pada umumnya aplikasi hanya dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman. Fungsi Flash Movie hanya digunakan sebagai pelengkap untuk memperindah tampilan. Saat ini perkembangan teknologi informasi memungkinkan membangun aplikasi yang lebih menarik menggunakan Flash.
          Flash sebagai interface atau front-end tempat melakukan input data pada Flash movie, kemudian data dan variabel dikirimkan ke basis data melalui PHP. Data dalam basis data juga dapat ditampilkan kembali pada Flash movie (Sutopo 2009). Penyimpanan data program atau pembuatan basis data (database) juga menjadi hal yang penting. Database merupakan kumpulan data yang dipakai dalam suatu lingkup tertentu, seperti instansi, perusahaan dan lain-lain atau kasus tertentu (Yanottama, Sugiharti & Mariani 2015). Sebagai contoh dalam pembuatan web server yang menggunakan script PHP  maka web server yang digunakan adalah Apache Web Server.
               Perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membangun program, yaitu AppServ. Pada paket instalasi AppServ terdapat MySQL dan PHPMyAdmin. Kurniawan (2008, hlm.8) menyatakan MySQL adalah database yang menghubungkan script PHP menggunakan perintah query dan escaps character yang sama dengan PHP. MySQL mempunyai tampilan klien yang mempermudah pengaksesan database dengan kata sandi. Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar dapat memperoleh dengan mudah dan cepat.
              Priyadi  (2014, hlm. 82) memfokuskan proses pembangunan aplikasi berbasis web, perintah SQL dibagi menjadi tiga jenis, yaitu DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), DCL (Data Control Language). Berdasarkan tiga jenis perintah SQL tersebut langkah selanjutnya adalah membangun basis data melalui konversi. Hubungan dasar antara Flash, PHP, dan basis data. Flash membaca data dari basisdata dengan mengirimkan perintah ke script PHP. PHP membuka basis data dan mengambil data dari satu atau lebih tabel. Basis data mengonversi data ke format yang dapat dibaca oleh Flash.


Daftar Pustaka
Adiyanto, Suraya & Sutanta E 2013,’ Integrasi Aplikasi Web dan SMS Gateway pada TPI Gempolsari Menggunakan PHP dan MySQL’, Jurnal Jarkom, vol.1, no. 1, hlm. 15.

Kurniawan, R 2008, Membangun Situs dengan PHP: untuk Orang Awam, Maxikom, Palembang.

Priyadi, Y 2014, Kolaborasi SQL & ERD dalam Implementasi Database, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Simarmata, J 2010, Rekayasa Web: Analisis dan Desain Sistem, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Sutopo, A 2009, ‘Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Multimedia dengan Flash, PHP, dan MySQL’, Jurnal Informatika, vol. 10, no. 2, hlm. 79, dilihat 15 Mei 2016, <http://www.e- jurnal.com/2014/09/pengembangan-evaluasi-pembelajaran.html>.


Yanottama, AH, Sugiharti, E & Mariani, S 2015, ‘Sistem Informasi Berbasis Web Ujian Masuk Bersama Sekolah Menengah Atas Kabupaten Kudus dengan Bahasa Pemograman PHP dan Database MYSQL’, Seminar Nasional Ilmu Komputer, Semarang, hlm. 216.

Selasa, 12 April 2016

NARASI TABEL DAN GRAFIK



JUMLAH PENDERITA HIV DI INDONESIA BERDASARKAN USIA
TAHUN 2010-2014

   

Sumber :  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan memiliki strategi penanggulangan AIDS Nasional untuk wilayah Indonesia.

Berdasarkan data pada Tabel 1 menunjukan bahwa penderita HIV terbanyak diderita masyarakat pada usia antara 25 sampai 49 tahun. Hal tersebut terjadi dalam kurun waktu lima tahun yang totalnya mencapai 78.598 jiwa. Sementara itu, jumlah penderita HIV terendah terjadi pada kelompok anak usia 5 sampai dengan 14 tahun. Pada tiga tahun pertama, yaitu 2010, 2011, dan 2012 jumlah penderita HIV cenderung turun dalam setiap kelompok usia kecuali usia di atas 50 tahun yang mengalami kenaikan. Akan tetapi, pada tahun 2013 terjadi kenaikan yang signifikan sekaligus tertinggi. Kemudian mengalami penurunan kembali pada tahun 2014.







GRAFIK NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA
TAHUN 1993 – 2011
  




Grafik 1
Grafik 1 menunjukan perubahan nilai tukar rupiah yang cenderung stabil dari tahun 1993 sampai dengan 1997. Pada tahun 1998, terjadi lonjakan yang signifikan dengan selisih senilai 7.509 rupiah. Nominal 10.464 rupiah pada tahun 1998 sekaligus merupakan nilai tukar tertinggi selama 19 tahun. Pada tahun-tahun berikutnya, rupiah mengalami fluktuasi sampai dengan tahun 2011.










Sabtu, 12 Maret 2016

Sistem Operasi


Sistem operasi(SO) merupakan penghubung antara komputer dengan penggunanya, dengan kata lain SO adalah sebuah program yang berperan sebagai perantara pemakai komputer (user) dengan perangkat keras (hardware). Semua perangkat lunak juga bekerja dibawah perintah sebuah sistem operasi. Sistem operasi mempunyai dua tujuan utama, yaitu sebagai pengelola sumber daya komputer dan penyedia layanan. Salah satu layanan pada SO adalah system call  berupa fungsi API (Application Programming Interface). System call  memberikan sekumpulan instruksi yang bertujuan untuk memudahkan pengguna. Menurut stalling (STA-95) sebuah SO seharusnya menyediakan layanan - layanan seperti pembuatan program, eksekusi program, pengaksesan sistem, dsb.
    Keterkaitan SO dengan sistem komputer meliputi pengendalian dan mengoordinasi penggunaan perangkat keras dengan berbagai program aplikasi. Terdapat 4 (empat) komponen pokok pada sistem komputer yaitu pemroses, memori utama, perangkat masukkan dan keluaran, dan interkoneksi antar komponen. Pemroses berfungsi melakukan pengolahan operasi komputer. Memori utama berfungsi untuk menyimpan data program. Perangkat masukkan dan keluaran berguna untuk menghubungkan serta memindahkan data dari luar sistem ke dalam komputer ataupun sebaliknya. Terakhir sebagai interkoneksi antar komponen berguna sebagai penghubung antara ketiga komponen sebelumnya. Manfaat mempelajari sistem operasi adalah agar pengguna dapat menilai SO yang sesuai dengan kebutuhannya. Tentu seorang pengguna SO diharapkan tidak hanya berperan sebagai konsumen, akan tetapi juga dapat merancang dan memodifikasi sistem operasinya sendiri.


Minggu, 24 Januari 2016

Memandang Sebelah Mata Profesi Desainer Grafis

Memandang Sebelah Mata Profesi Desainer Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks bisa juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol – simbol. Wujud dari desain grafis dapat ditemui dimana – mana. Mulai dari brosur – brosur, surat tagihan, kartu kredit, tagihan listrik, uang, halaman di internet, iklan – iklan majalah, desain peralatan teknologi seperti smartphone dan tablet, billboard, logo, rambu – rambu lalu lintas, papan nama, kartu nama, banner, sampai bungkus kemasan makanan dll. Desain grafis mempunyai tujuan untuk dapat menyampaikan pesan identitas dari suatu pihak ke pihak lainnya. Menyampaikan informasi kepada masyarakat ataupun sasaran yang sudah di tentukan. Bagaimana seorang desainer grafis dapat menanamkan citra ke dalam benak masyarakat serta membuat barang yang ditawarkan suatu badan perusahaan mampu memikat hati konsumen. Hal inilah yang membuat peran desain menjadi semakin penting mempelajari, mengalisis, dan menyiapkan strategi untuk menciptakan desain yang menarik.  Tentu dalam pembuatannya bukanlah hal yang mudah, akan tetapi banyak orang yang belum menyadari hal tersebut. Dalam situs dgi-indonesia.com terdapat artikel berjudul Memimpikan Hari Desain Grafis Indonesia tertulis bahwa pada tanggal 15 Januari dapat dikatakan sebagai momentum dunia pendidikan maupun industri desain grafis Indonesia. Deklarasi ini sebagai salah satu bagian dari kampanye pemberdayaan desain grafis Indonesia menuju desain grafis yang bermartabat. Meskipun pada kenyataannya akan sulit mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Di dalam artikel ini juga menuliskan keluhan para desainer yang selama ini sering terlupakan. “Desain grafis itu penting, jika kami para desainer meliburkan diri anda para klien juga akan terhambat” berikut kutipan ungkapan salah seorang desainer grafis dalam artikel tersebut. Saya pun kenal beberapa desainer grafis yang juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka mengeluh dan merasa profesi mereka kurang dihargai termasuk nara sumber saya yang ikut merasakannya. Berawal dari sinilah saya mengangkat masalah desainer grafis yang berjudul ‘Memandang Sebelah Mata Profesi Desainer Grafis’ ke dalam tugas feature mata kuliah Bahasa Indonesia. Berikut rangkuman tanya jawab saya kepada salah seorang nara sumber yang berprofesi sebagai desain grafis. 

P: Ceritakan profil diri anda secara singkat ?
J: Nama Chandra Kartika, 26 tahun, Sarjana Humaniora Sastra Indonesia 2009, FIB UI. Sekarang bekerja sebagai grafis illustrator disebuah perusahaan multiinternasional yang bergerak dalam bidang industry kreatif. Sehari – hari menggambar baik dari pekerjaan sampai hobi.

P: Sejak kapan menjadi desainer grafis ?
J: Terkadang saya belum bisa menyebut diri saya 100% desainer grafis. Alasannya yak arena saya bukan lulusan DKV (Desain Komunikasi Visual). Predikat ini sensitive untuk sebagian orang. Seperti gelar sarjana yang dapat dikatakan kalau lulus kuliah, kalau tidak lulus kuliah masa di sebut sarjana. Akan tetapi, gelar desainer grafis tidak seketat itu saya lihat banyak yang menyebut dirinya desainer selama dia berkarya dalam bidang tersebut walaupun bukan sarjana komunikasi. Biar bagaimanapun pengalaman yang berbicara bukan gelar. Saya menekuni bidang ini sejak SMA, tahun 2008 dan mulai ambil pekerjaan juga dari SMA. Berawal dari belajar adobe photoshop dan sekarang saya juga belajar animasi CSS3. Sebisa mungkin belajar segala hal selagi bisa, tapi alangkah baiknya menjadi master dalam suatu bidang dibanding banyak kebisaan tapi keahlian standar

P: Jadi, sekarang lebih menekuni dalam bidang apa ?
J: Sekarang saya terus menggambar ilustrasi, baik secara manual dan digital. Manual menggunakan grafit, cat air, tinta, dan sebagainya. Sedangkan digital menggunakan adobe illustrator untuk menghasilkan vektor

P: Berapa biasa minimum budget yang harus di keluarkan klien untuk sebuah desain yang anda buat?
J: Tergantung, Bikin sama siapa, gimana konsepnya, alat yang dibutuhkan, berapa lama, dan siapa kliennya. Biasanya kalau untuk kepentingan sosial gratis.

P: Kendala apa saja yang sering anda hadapi saat proses desain ?
J: Ide tidak lancer dan tidak mood dalam berkreasi

P: Bagaimana suka duka menjadi seorang desain grafis ?
J: Sukanya karena desain sesuai dengan passion saya sebagai penyuka dan pegiat gambar. Banyak berita dan ilmu yang perlu disampaikan melaui visual yang bagus agar orang – orang tertarik, atraksi tersebut menjadi kepuasan tersendiri buat saya. Duka banyak klien beranggapan bahwa suatu desain itu murah bahkan gratis. Kata mereka pada umumnya “cuma corat – coret begini kok mahal”. Faktanya, ide itu mahal. Coret – coret di atas kertas tersebut dapat menaikan tingkat penjualan. Belum lagi peralatan yang kami gunakan, apakah murah? Waktu dan tenaga untuk menciptakan kreasi tidaklah mudah. Sering kali mereka melontarkan “gambarin gue dong kaaan temen”. Apa karena teman jadi gratis, apakah karena teman jadi murah ? 

P: Pengalaman paling tidak menyenangkan ?
J: Seringkali desain sudah hampir jadi, klien membatalkan pesanan sebelah pihak. Sekali lagi apakah karena itu gambar jadi siapa saja bisa membatalkan pesanannya. Mereka banyak merevisi dan menuntut desain ini itu, tapi ketika dituntut hak kami para desainer yaitu soal gaji atau pembayaran mereka sering menundanya hingga berbulan – bulan bahkan lupa membayar. Sebegitu tidak dihargaikah karya kami? Profesi kami?

P: Tanggapan anda apabila bekerja sama dengan klien yang kurang menyenangkan ?
J: Klien kurang menyenangkan adalah tantangan dan bagian dari pekerjaan, diterima baik – baik sebagai proses pembelajaran lebih lanjut, dinikmati aja yang penting bayaran sesuai dan gak telat. Kalau klien telat dan rese baru saya marah
P: Harapan anda untuk masa depan para desain grafis Indonesia ?
J: Semoga kami dihargai

    Ini dapat dikatakan menjadi potret muram profesi desain grafis. Mudah – mudahan tidak terjadi di seluruh Indonesia. Namun, harus tetap menjadi pemikiran kita semua bagaimana agar kita lebih menghargai suatu karya. Tidak harus melalui tangan seniman terkenal dan profesional. Di Indonesia, komikus, illustrator, desainer, seniman, dsb diidentiakan sebagai pekerjaan tak berpenghasilan. Kami golongan pengangguran, banyak pertanyaan yang terlontar seperti, memang bisa beli mobil dengan menggambar? Faktanya, ya bisa. Jangankan mobil, rumah pun bisa dimiliki. Hal ini tentu dengan syarat bahwa para klien dapat bekerja sama untuk menghargai pekerjaan kami yang “Cuma” menggambar. Harapan saya, Indonesia bisa menghargai profesi orang lain bahkan tukang sapu di jalan sekali pun. Karena pekerjaan bukan hanya menjadi insinyur J